Jumat, 21 April 2006

Ikan Cupang

Pasti kamu udah nunggu-nunggu apa yang bakal gua tulis di edisi cupang kali ini, hehehe... (naon sih?)


Praktikum biper kali ini kita mengamati perilaku agonistik ikan cupang adu jantan. Kenapa harus cupang adu, ya karena supaya beradu. Trus kenapa harus cupang jantan, ya supaya beradu juga, hehehe. Konon katanya cupang betina ga akan beradu kalo ketemu satu sama lain. Kudu feminim meureun, yyyyu! Oiya, betewe hari ini kan hari Kartini, mungkin ini jadi salah satu penyebab mengapa hanya para pria saja yang diobok-obok untuk praktikum kali ini. Jadi inget nih, dulu waktu jaman-jamannya ikan cupang jadi best seller ikan bagi para penjual ikan se-tanah air, abang gua sempet terkena demamnya. Cuman yang dulu dibeli bukan cupang adu, tapi cupang hias. Mungkin cupang hias dan cupang adu berkerabat, cuman beda varietas atau subspesiesnya dowang. Kita di rumah menamakannya Cupangcu, aneh memang, tapi lucu. Sama seperti anjing bernama Anjingan, atau kucing bernama Kucingku, atau kura-kura dengan nama Kura-kura-ku, hehehehe....

Nama ilmiah cupang adu adalah Betta splendens. Edan, keren kan. Warnanya lucu-lucu, dan bisa pudar saat mereka merasa 'eleh'. Gua juga baru tau hal ini barusan pas praktikum. Pas diaduin, kalo dia ngerasa jago dan dominan / agresif (nyerang terus), siripnya akan mengembang dan warna aslinya keluar. Biasanya warna badannya jadi kehitaman, dan warna-warni di siripnya jadi terlihat jelas. Sedangkan individu yang submisif (merasa tertekan dan depresi --> berlebihan deh!) akan kehilangan warnanya dan terlihat pucat, jadi keliatannya kaya warna bening. Kalo lagi jelek banget nih ya, kata gua mah mereka jadi mirip ikan impun yang ada di selokan-selokan.

Sebenernya kita mengharapkan mendapatkan big match yang seru. Tapi cupang-cupang di kelompok gua pada ga agresif. Mungkin karena harganya yang murah, jadi emang kualitasnya kurang bagus buat diaduin. Kita belinya mesen di Dercu, borongan sekelas biar jatuhnya murah, harga satunya 2500 perak. Kalo kita beli di tempat yang sama, berarti ada kemungkinan mereka diambil dari tempat penangkaran yang sama, trus bisa juga mereka berasal dari induk yang sama (mengingat warnanya mirip-mirip semua). Makanya tadi pas mereka ga mau beradu, gua bilang aja mungkin mereka ga mau beradu karena mereka adalah saudara sepersusuan.

Pada pertandingan Ulan vs Nita, kita baru dapet pertandingan yang seru. Dua-duanya agresif, hohoho... kita nyatetnya sampe binun. Ulan dan Nita ini adalah pemenang dua pertandingan sebelumnya di semi final. Jadi ini finalnya, makanya rame. Di meja sebelah malah pemenang di kedua kelompok disatuin, trus manusia-manusianya nontonin sambil teriak-teriak, mengundang praktikan lain dan asisten untuk turut bergabung menyaksikan big match.

Banyak anak-anak yang membawa pulang ikan-ikannya ke rumah untuk dipelihara, sisanya ngasih-ngasihin ke orang yang mo bawa. Gua ma Alwin dapet banyak ikan cupang buat kemudian kita simpen di sel. Horeee.... sekarang di sel jadi banyak banget ikannya...

7 comments:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
hamidin krazan mengatakan...

ikan cupang kecil menarik, banyak pilihan gak bikin bosen, membangkitkan emosi, kadang kaciaaan deh, kalo tutup pembatas kaca dibuka langsung, kelihatan galaknya. eeeh, nih ikan emang GERTAKANNYA boleh ditiru... cantik tapi pinter gertak gitu loooch

Poskan Komentar

Silahken tulis komen kamu di sini.. BEBAS mau nulis apa ajah..